“Giovanni adalah kiper yang atletis dengan refleks luar biasa. Ia kuat dalam situasi satu lawan satu dan menonjol berkat kemampuannya berkomunikasi serta mengantisipasi umpan silang,” kata Beuker.
“Sangat menyenangkan melihat kiper dengan kualitas seperti dirinya terus mengembangkan kemampuannya di akademi kami, dan kami yakin ia memiliki masa depan yang cerah di klub ini,” sambungnya.
Van der Wijst bergabung dengan Ajax pada 2019 setelah direkrut dari klub mitra Fortuna Wormerveer. Sejak saat itu, dia konsisten naik level dan memperkuat berbagai kelompok usia akademi Ajax.
Nama Van der Wijst mulai menarik perhatian publik Indonesia karena latar belakang keluarganya. Kiper kelahiran Zaanstad, Belanda, 1 Mei 2009, tersebut memiliki garis keturunan Indonesia dari pihak ayah.
Dalam wawancara di kanal YouTube Yussa Nugraha pada 2025, dia mengungkapkan kedua orang tua bapaknya atau kakek dan neneknya lahir di Indonesia. Fakta ini membuat statusnya memenuhi syarat membela lebih dari satu negara.
Saat ini, Van der Wijst berstatus eligible memperkuat Belanda, Polandia, serta Indonesia. Situasi tersebut membuka peluang bagi PSSI untuk memantau perkembangannya ke depan, terlebih dia dijadwalkan memperkuat Ajax U-19 pada musim depan.
Van der Wijst dikenal mengidolakan Gianluigi Donnarumma dan menekuni posisi kiper sejak usia delapan tahun. Dia sempat menjalani trial sebagai pemain bertahan sebelum akhirnya mantap memilih peran penjaga gawang dengan target menembus tim senior Ajax di masa mendatang.