Keputusan itu memicu perdebatan di kalangan penonton dan pelaku basket nasional. Technical foul pada fase semifinal menjadi sorotan karena dapat mengubah suasana pertandingan dan memengaruhi strategi tim.
Momen lain yang turut dibahas terjadi pada possession terakhir Game 1 semifinal Pelita Jaya kontra Dewa United. Kontak antara Troy Gillenwater dan Perrin Buford masih menjadi bahan diskusi terkait interpretasi pelanggaran pada situasi krusial.
Menurut Ilham, kontroversi yang tetap muncul meski IBL sudah memakai wasit asing menunjukkan persoalan officiating tidak bisa selesai hanya dengan mendatangkan perangkat pertandingan dari luar negeri.
"Wasit asing bisa menjadi benchmark dan sarana transfer ilmu. Namun kehadiran mereka bukan jaminan bahwa seluruh keputusan di lapangan akan bebas dari kontroversi," kata Ilham.
Pernyataan itu menegaskan posisi wasit asing sebagai pembanding standar, bukan solusi tunggal. Kehadiran mereka bisa memberi referensi dan pengalaman, tetapi fondasi perwasitan nasional tetap harus dibangun dari dalam.