"Satu keputusan wasit bisa mengubah momentum pertandingan, bahkan menentukan hasil akhir laga. Karena itu, kualitas dan konsistensi officiating menjadi aspek yang sangat penting dalam kompetisi profesional," ujar Ilham Patria.
Komentar itu muncul di tengah sorotan terhadap beberapa momen panas pada semifinal IBL 2026. Publik menilai sejumlah keputusan layak dibahas karena terjadi dalam pertandingan bertekanan tinggi.
Salah satu kontroversi muncul pada Game 1 semifinal antara Satria Muda Pertamina Jakarta melawan Bogor Hornbills. Pemain Satria Muda, Shandy Ibrahim, dinilai tidak mendapat ruang pendaratan atau landing space yang memadai saat melakukan percobaan tembakan.
Namun, wasit tidak memberikan pelanggaran dalam insiden tersebut. Keputusan itu kemudian menjadi bahan diskusi karena berkaitan dengan aspek keselamatan pemain dan interpretasi kontak dalam situasi tembakan.
Kontroversi lain terjadi pada Game 2 semifinal Pelita Jaya Jakarta melawan Dewa United Banten. Pelatih Dewa United, Augustí Julbe, menerima technical foul pada babak pertama tanpa peringatan sebelumnya.