RMS Tri Tjondrokusumo sebagai ketua ISI (Ikatan Sport Indonesia) bagian badminton, mengubah istilah badminton menjadi bulu tangkis yang lebih dianggap nasionalis.
Pada tanggal 4-6 mei 1951 para tokoh bulu tangkis menyelenggarakan kongres di Bandung dan menghasilkan keputusan lahirnya Persatuan Bulu tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) pada 5 Mei 1951. Kemudian PBSI mendaftar menjadi anggota resmi IBF pada 1953.
Seiring berjalannya waktu, bulu tangkis pun berkembang di Indonesia. Tidak hanya di kalangan masyarakat, dalam skala profesional para atlet Indonesia cukup banyak berprestasi di event badminton Internasional.