Saatnya Menganggap Penting Cabor Atletik dan Renang

Hanna Fauzie
Indonesia mulai harus bepikir untuk serius mengembangkan atletik dan renang. (Foto: NOC Indonesia)

JAKARTA, iNews.id - Bulu tangkis, cabang yang selalu diharapkan menjadi pendulang medali emas di Olimpiade, babak belur di Paris. Medali perunggu yang diraih Gregoria Mariska Tunjung menjadi pelipur lara.

Memang, Indonesia masih berbangga hati karena dua emas bisa disumbang atlet angkat besi Rizki Juniansyah dan jagoan panjat tebing Veddriq Leonardo. Inilah dua emas pertama Indonesia di luar bulu tangkis.

Pertanyaan besarnya, mengapa kita tidak serius menggali potensi di cabor lain? Atletik dan renang, misalnya.

Tak bisa dimungkiri, jika bicara prestasi di Olimpiade, atau bahkan Asian Games hingga SEA Games, jumlah medalilah yang dilihat. As simple as that.

Bila Indonesia ingin menjadi raksasa pengoleksi medali di panggung akbar olahraga tentu wajib hukumnya memiliki adalan di banyak cabor. Dan, tentu harus jeli memilah cabor mana yang menyediakan medali paling banyak.

Editor : Reynaldi Hermawan
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Zohri Dikalahkan Pelari Thailand! Sprinter Indonesia Raih Perak di SEA Games 2025 

57 tahun lalu

Jonatan Christie Buka-bukaan Alasan Tinggalkan Pelatnas demi Keluarga: Saya Egois demi Olimpiade!

57 tahun lalu

Jonatan Christie Nyaris Pensiun usai Olimpiade Paris 2024, Kini Resmi Tinggalkan Pelatnas PBSI

57 tahun lalu

Eks Pelatih Timnas Korsel Masih Trauma usai Gagal ke Olimpiade karena Dihajar Indonesia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal