Selain itu, Reza mengakui kondisi fisiknya yang kurang stabil juga mempengaruhi performanya di lapangan. "Dari kondisi, saya juga lagi tidak stabil, jadi dia semakin pertahanannya kena, saya semakin terponcang-pancing," pungkasnya.
Keberhasilan Sabar/Reza mencapai final Indonesia Open 2025 menjadi bukti bahwa ganda putra non-Pelatnas Indonesia mampu bersaing di level tertinggi dunia. Ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan bulu tangkis Indonesia, khususnya untuk memperkuat kedalaman skuad nasional.
Dengan pengalaman berharga ini, Sabar dan Reza diprediksi akan semakin matang dan siap menghadapi tantangan di turnamen-turnamen besar berikutnya. Dukungan dari para penggemar dan pelatih tentu menjadi modal penting agar mereka bisa meraih prestasi lebih gemilang di masa depan.