Oleh karena itu, sebagaimana hampir semua Olimpiade, Tokyo 2020 adalah bukan semata pencapaian peradaban, tetapi juga keparipurnaan Jepang yang berusaha dipamerkan Abe kepada dunia dan dibanggakan kepada rakyatnya.
Memang penundaan, membuat impian-impian itu tetap bersemayam. Cuma mencapainya lagi, termasuk memburu insentif-insentif miliaran dolar AS dari sektor pariwisata, menjadi lebih rumit lagi.
Itu belum masalah bentrok dengan jadwal-jadwal kompetisi dan olahraga global.
"Olimpiade bergerak teratur dalam siklus empat tahunan. Jika Anda bangun dan matahari ada di tempat yang sekali berbeda, maka pasti ada konsekuensinya," tulis laman Inside the Games.
Pikir saja, jadwal olahraga pada 2021 sungguh sangat padat. Ini persoalan pelik bagi IOC dan federasi-federasi olahraga.
Bagi Jepang, Olimpiade yang bentrok dengan turnamen lain adalah bencana besar karena sama artinya dengan miliaran pasang mata manusia, dan juga sponsor atau iklan, menjadi tidak lagi fokus kepada Olimpiade.