Jika sebelum ini Jepang dan IOC bersikukuh Olimpiade ini harus diadakan sesuai jadwal, maka sesungguhnya itu bukan karena semata pertimbangan uang dan keuntungan.
Sungguh, mengutip mantan ketua pemasaran IOC Michael Payne, menunda Olimpiade adalah persoalan yang amat sangat pelik.
"Akan rumit sekali membuat perubahan mendadak setelah persiapan tujuh tahun untuk perhelatan olahraga terbesar di dunia ini," kata Payne kepada AFP.
Belum lagi IOC harus memikirkan atlet yang sedang di ujung kariernya dan ingin mengakhiri karier dengan catatan terbaik yang tidak saja penting untuk si atlet namun juga bagi IOC dan olahraga itu sendiri.
Bagi Jepang penundaan ini sungguh pukulan telak karena mereka sudah sangat siap menggelar perhelatan yang mungkin mereka jadikan sebagai perhelatan Olimpiade paling megah, paling spektakuler dan monumental.