Max Verstappen Dituntut Minta Maaf ke Pemerintahan Mongolia, Ada Apa?

Fitradian Dimas Kurniawan
Max Verstappen (Foto: The Sun)

IMOLA, iNews.id - Pemerintah Mongolia menuntut pembalap tim Red Bull Racing Max Verstappen untuk meminta maaf secara terbuka. Pasalnya, Verstappen dianggap telah mengucapkan kalimat bernada rasisme terhadap Mongolia.

Pada GP Portugal bulan lalu, Verstappen memang mengutarakan kekesalannya terhadap pembalap Racing Point, Lance Stroll. Verstappen pun menggunakan kalimat yang menyebut Stroll sebagai orang Mongolia yang bodoh.

Seusai kejadian itu pun, pembalap berpaspor Belanda itu mengaku tak peduli jika ada yang tersinggung. Namun, rupanya kejadian itu tak bisa diterima oleh Pemerintah Mongolia.

Oleh sebab itu, Duta Besar Mongolia untuk PBB, Lundeg Purevsuren ingin Verstappen mengajukan permintaan maaf. Purevsuren bahkan ingin PBB ikut turun tangan.

Pasalnya, ini bukan pertama kalinya Verstappen mengucapkan kalimat bernada rasisme. Dia pernah melakukannya pada 2017 silam.

Editor : Abdul Haris
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Veda Ega Pratama Siap Ukir Sejarah di Moto3 Hungaria, Debut di Trek Baru

57 tahun lalu

Pecco Bagnaia Panaskan MotoGP Italia! Ukir Rekor Pribadi yang Bikin Geger

57 tahun lalu

Marc Marquez Minta Klausul Pensiun Tanpa Penalti, Ducati Siap Kehilangan Ikon MotoGP

57 tahun lalu

Rossi atau Marquez? Jawaban Jujur Brad Binder Jadi Sorotan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal