IMOLA, iNews.id - Pemerintah Mongolia menuntut pembalap tim Red Bull Racing Max Verstappen untuk meminta maaf secara terbuka. Pasalnya, Verstappen dianggap telah mengucapkan kalimat bernada rasisme terhadap Mongolia.
Pada GP Portugal bulan lalu, Verstappen memang mengutarakan kekesalannya terhadap pembalap Racing Point, Lance Stroll. Verstappen pun menggunakan kalimat yang menyebut Stroll sebagai orang Mongolia yang bodoh.
Seusai kejadian itu pun, pembalap berpaspor Belanda itu mengaku tak peduli jika ada yang tersinggung. Namun, rupanya kejadian itu tak bisa diterima oleh Pemerintah Mongolia.
Oleh sebab itu, Duta Besar Mongolia untuk PBB, Lundeg Purevsuren ingin Verstappen mengajukan permintaan maaf. Purevsuren bahkan ingin PBB ikut turun tangan.
Pasalnya, ini bukan pertama kalinya Verstappen mengucapkan kalimat bernada rasisme. Dia pernah melakukannya pada 2017 silam.