“Sudah jelas jika dia dan Red Bull Racing tidak belajar dari kejadian di 2017. Dia merasa hal ini bukan masalahnya, jika ada yang merasa tersinggung,” kata Purevsuren dikutip RaceFans, Rabu (4/11/2020).
“Pada kedua kasus, dia menolak untuk meminta maaf secara terbuka, karena menggunakan kalimat Mongol. Dia tidak menghormati komunitas dan negara Mongolia,” ujarnya.
Meski begitu, sebelumnya Verstappen pernah mengklarifikasi jika tak berniat menyinggung siapa pun. Dia merasa hanya memberikan umpatan kepada Stroll.
“Saya tak berniat untuk menyinggung. Kejadian itu terjadi karena terbawa suasana. Saya tidak menggunakan kalimat yang tepat. Saya hanya ingin mengumpat kepada Stroll,” tutur Verstappen.