Situasi menegangkan itu membuat Isyana/Rinjani harus bermain lebih sabar dan tenang pada poin-poin kritis. Mereka akhirnya mampu membalikkan tekanan dan merebut gim pertama dengan skor 25-23.
“Rasanya pasti senang bisa ke perempatfinal Super 500 pertama kali. Tadi di gim pertama pertandingannya cukup ramai,” ujar Isyana Syahira Meida, dikutip dari rilis PBSI.
Isyana/Rinjani Akui Sempat Kehilangan Fokus
Isyana mengakui dirinya dan Rinjani sempat terbawa pola permainan lawan setelah unggul jauh. Hal tersebut membuat pasangan Indonesia kehilangan ketenangan dan mulai melakukan kesalahan sendiri.
“Setelah unggul 18-14, kami malah terlalu mengikuti pola mereka dan akhirnya kurang tenang lalu tersusul,” tuturnya.
“Setelah balik tertinggal 18-20 itu mereka juga mati sendiri jadi kami coba lebih tenang lagi, termasuk saat adu setting,” lanjut Isyana.