Legislator PKB itu menilai keputusan IOC bisa berimplikasi negatif terhadap citra dan posisi Indonesia di komunitas olahraga internasional. Ia mengingatkan bahwa IOC tidak seharusnya mengambil langkah sepihak tanpa memahami konteks dan prinsip yang dipegang Indonesia.
“IOC seharusnya tidak mengambil langkah sepihak yang berpotensi meminggirkan Indonesia dari komunitas olahraga internasional,” ucapnya.
Sebaliknya, dia mendorong agar IOC membuka ruang dialog dengan semua negara anggota, termasuk Indonesia, untuk mencari solusi yang adil. Langkah dialog ini, menurutnya, jauh lebih konstruktif dibanding memberikan sanksi atau seruan boikot.
“IOC diharapkan membuka ruang dialog dengan seluruh anggotanya untuk mencari solusi yang adil bagi semua pihak, termasuk bagi negara-negara yang memiliki prinsip solidaritas terhadap Palestina,” ujarnya menambahkan.
Lalu juga meminta pemerintah bersama Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), dan lembaga terkait lainnya agar aktif melakukan diplomasi olahraga. Diplomasi tersebut penting untuk memastikan Indonesia tetap dipercaya sebagai tuan rumah berbagai ajang olahraga internasional di masa depan.