Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Menteri Radikal Israel Geruduk Masjid Al Aqsa
Advertisement . Scroll to see content

Lamine Yamal Diserang Israel Usai Kibarkan Bendera Palestina di Parade Barcelona

Kamis, 14 Mei 2026 - 21:00:00 WIB
Lamine Yamal Diserang Israel Usai Kibarkan Bendera Palestina di Parade Barcelona
Lamine Yamal menuai kontroversi setelah mengibarkan bendera Palestina dalam parade juara Barcelona dan dituduh Israel menyebarkan kebencian. (Foto: X @BarcaSpaces)
Advertisement . Scroll to see content

BARCELONA, iNews.id - Lamine Yamal menjadi pusat kontroversi global setelah aksi mengibarkan bendera Palestina dalam parade juara Barcelona memicu reaksi keras dari pihak Israel. Aksi tersebut terjadi saat perayaan gelar La Liga sehari setelah Barcelona memastikan juara.

Pemain berusia 18 tahun itu terlihat mengangkat bendera Palestina dari atas bus parade terbuka yang membawa para pemain Barcelona berkeliling kota. Aksi tersebut langsung viral di berbagai media sosial dan memicu perdebatan luas.

Dalam parade yang sama, Robert Lewandowski juga terlihat mengibarkan Estelada, bendera pro-kemerdekaan Catalunya. Momen perayaan tersebut awalnya berlangsung meriah sebelum kemudian berubah menjadi sorotan politik internasional.

Lamine Yamal sendiri tidak memberikan pernyataan resmi terkait aksi tersebut. Namun gestur yang dia lakukan sudah cukup untuk memicu respons keras dari berbagai pihak di luar dunia sepak bola.

Israel Lontarkan Tuduhan Keras ke Lamine Yamal

Tiga hari setelah parade, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz melontarkan kritik tajam terhadap Lamine Yamal. Dia menuduh pemain Barcelona itu telah menyebarkan kebencian terhadap Israel dan komunitas Yahudi.

“Lamine Yamal memilih untuk menghasut dan menyebarkan kebencian terhadap Israel saat tentara kami sedang berperang melawan organisasi teroris Hamas, organisasi yang membunuh, memperkosa, membakar, dan membunuh anak-anak, perempuan, serta orang tua Yahudi pada 7 Oktober. Siapa pun yang mendukung pesan seperti ini harus bertanya pada dirinya sendiri: apakah ini dianggap kemanusiaan? Apakah ini bermoral?” kata dia.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut