"Kita tidak boleh hanya menuntut atlet berprestasi tapi tidak memberikan perlindungan maksimal kepada mereka," pungkas Yenny.
Anggota Tim Investigasi FPTI, Robertus Robet, menjelaskan TPF masih fokus pada pendalaman dari perspektif korban. Pendekatan tersebut dipilih untuk menjaga sensitivitas serta mencegah trauma ganda saat atlet memberikan keterangan.
"Kita tahu bahwa tidak mudah bagi korban itu untuk secara terbuka, ya kita tahu halangan-halangan ini kan juga diakibatkan oleh sistem nilai, norma dalam masyarakat kita, ketabuan. Sehingga kita ikutilah apa Mbak ini, sensitivitas dan perkembangan emosional dari korban itu sendiri. Sehingga nggak dengan serta-merta gitu," kata Robet.