“Kami harus lebih konsisten dalam bermain, konsisten dalam penerapan pola untuk pertandingan berikutnya,” ujarnya, dikutip dari rilis resmi PBSI.
Dia mengakui tekanan sudah terasa sejak babak gugur. Namun, pengalaman itu justru menjadi bekal berharga menuju semifinal.
“Ini pertama kali lagi kami diturunkan setelah pertandingan pertama lalu, tapi tidak ada perubahan yang signifikan kondisi lapangannya jadi adaptasi pun lancar. Hanya memang berbeda hari ini sudah babak gugur jadi lebih ada tekanan. Bersyukur kami bisa mengatasinya,” tuturnya.
Sementara itu, Meilysa Trias Puspitasari menyoroti strategi yang menjadi pembeda di lapangan. Dia menyebut pasangan Denmark bermain alot dan sulit ditembus.
Meski begitu, Ana/Trias tidak terpancing mengikuti ritme lawan. Mereka memilih meningkatkan tempo permainan untuk menekan.