Perjuangan Abdi Dalem Pakualaman Naik Haji, Lepas 14 Kambing Demi ke Baitullah
MAKKAH, iNews.id - Usia senja bukanlah sebuah alasan untuk berhenti merajut mimpi bersujud di hadapan Baitullah. Prinsip inilah yang dipegang teguh oleh Taruno Tanoyo, pria kelahiran 8 Desember 1941 asal Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta.
Taruno bersama istrinya, Sumarni, baru saja tiba di Al Asalah Al Bakkiyah Hotel, Makkah, setelah menempuh perjalanan panjang dari Madinah pada Kamis (30/4/2026). Tidak tampak sedikit pun gurat kelelahan di wajahnya meski ia tergabung dalam kelompok terbang (kloter) perdana YIA 1.
Jalan panjang kakek ini menuju Tanah Suci Makkah diukir lewat kesabaran finansial yang patut menjadi teladan bagi generasi muda. Mengabdikan diri sebagai abdi dalem Pura Pakualaman sejak usia 24 tahun, penghasilannya yang terbatas tidak pernah menyurutkan niatnya untuk berhaji.
"Nabung buat haji, tiga bulan sekali, kadang sehari Rp10.000, pernah Rp5.000," papar Taruno merinci strategi keuangannya selama 10 tahun.
Kisah Siswa SD Jadi Jemaah Haji Termuda di Pontianak, Ingin Doakan Ibu dari Tanah Suci
Demi menggenapi sisa biaya pelunasan, keluarga sederhana ini pun harus mengorbankan aset paling berharga di kampung halaman mereka. Belasan ekor kambing yang selama ini menjadi sumber kehidupan sehari-hari akhirnya dilepas demi menebus rindu kepada Tanah Suci.
"Kemarin kambingnya banyak, dijual empat belas ekor buat haji dan tambahan jaga-jaga," tambah sang istri mengamini perjuangan suaminya.
Aktivitas menggembala belasan kambing itu rupanya membawa berkah tersembunyi bagi kekuatan tulang dan sendi sang kakek.