Alwi Farhan Pakai Ilmu Ketapel untuk Bungkam Hujan Kritik

Reynaldi Hermawan
Alwi Farhan menjuarai Australian Open 2026 sebagai bukti kebangkitan mental setelah kritik tajam di Piala Thomas lewat strategi ilmu ketapel. (Foto: PBSI)

“Tapi itu tidak membuat saya down. Justru itu yang membangun mental saya menjadi lebih kuat,” sambungnya.

Ilmu Ketapel dan Titik Balik Performa

Dari fase terendah tersebut, Alwi memilih bangkit dengan pendekatan mental yang dia sebut ilmu ketapel. Konsep ini dia terapkan untuk menjadikan tekanan sebagai dorongan agar bisa melesat lebih jauh.

Perubahan tersebut langsung terlihat dalam tiga turnamen terakhir. Seusai kegagalan di Piala Thomas, Alwi meraih posisi ketiga di Singapore Open, melangkah hingga 16 besar Indonesia Open, lalu menutup rangkaian dengan gelar juara Australia Open 2026.

“Saya percaya dengan kejadian seperti itu saya menjadi pribadi yang lebih kuat lagi. Ibarat ketapel, ditarik ke belakang untuk bisa melesat lebih jauh,” tutur Alwi.

Pebulu tangkis berusia 21 tahun tersebut menyebut tiga turnamen terakhir sebagai momentum kebangkitan yang memang sudah dia bidik sejak awal. Target gelar menjadi motivasi utama di tengah tekanan dan keraguan publik.

Editor : Reynaldi Hermawan
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Alwi Farhan Ungkap Tim Favorit di Piala Dunia 2026, Bawa-Bawa Manchester United

57 tahun lalu

Alwi Farhan Juara Australia Open 2026, Bukti Konsistensi Pembinaan Atlet Muda

57 tahun lalu

Pengakuan Jujur Sabar/Reza usai Gagal Juara Australian Open 2026

57 tahun lalu

Daftar Lengkap 12 Wakil Indonesia di BWF World Championships 2026, Alwi Farhan dan Jojo Siap Tempur

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal