Alwi Farhan Pakai Ilmu Ketapel untuk Bungkam Hujan Kritik
JAKARTA, iNews.id – Alwi Farhan menegaskan kebangkitannya dengan menjuarai Australian Open 2026. Ini merupakan sebuah gelar yang menjadi bukti nyata keberhasilan strategi mental yang dia sebut sebagai ilmu ketapel.
Titel Australian Open menjadi titik balik setelah perjalanan naik-turun sepanjang 2026. Pada awal tahun, Alwi sempat mencuri perhatian lewat gelar Indonesia Masters 2026 yang mengangkat namanya sebagai salah satu tunggal putra paling menjanjikan.
Performa Alwi kemudian merosot. Dia mendapat sorotan tajam saat memperkuat Indonesia di Piala Thomas 2026. Kekalahan dari Alex Lanier membuat langkah Indonesia terhenti di fase grup, sebuah hasil yang memicu gelombang kritik besar.
Tekanan tersebut diakui Alwi meninggalkan dampak mental yang berat. Dia menerima hujatan dari berbagai arah, bahkan kritik yang sudah melenceng dari konteks pertandingan.
“Banyak (yang mengkritik setelah Piala Thomas). Saya memang sangat terpukul dengan kejadian itu. Saya merasakan masa yang cukup berat setelah Thomas Cup karena menerima kritik dan hujatan yang sudah di luar konteks,” ungkap Alwi kepada awak media, termasuk iNews Media Group di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (17/6/2026).