“Ini merupakan langkah kewaspadaan untuk menekan penularan Covid-19. Belakangan ada klaster Indogrosir yang berkaitan dengan warga Kulonprogo,” terangnya.
Jika nanti hasilnya reaktif, maka mereka wajib menjalani isolasi secara mandiri. Namun jika nonreaktif nantinya akan diuji sekali lagi pada awal Juni mendatang.
Salah satu pedagang Pasar Bendungan, Daryati mengaku senang dengan adanya rapid test untuk mengetahui kondisinya. Selama pandemi Covid-19, dia hanya di rumah dan beraktivitas di pasar. Hanya saja di pasar, dia kerap bertemu dengan pembeli dari berbagai kalangan.
“Senang, biar kita tahu kondisi kita. Mudah-mudahan negatif karena hanya di rumah dan pasar,” ujarnya.
Peserta yang lain, Setya Yuli mengatakan tidak ada permasalahan dengan pelaksanaan rapid test ini. Selama bekerja di toserba tempatnya bekerja, sudah menerapkan protokol Covid-19. Mulai dari cuci tangan, memakai masker hingga menjaga jarak.
“Khawatir pasti ada, tetapi teman-teman kondisinya sehat,” ujarnya.