Petani yang lain, Tuginah mengaku lahannya sudah ditanami cabai dan sudah sempat panen. Namun harapan untuk mendapatkan keuntungan sirna, saat alat berat menghancurkan lahan dan tanamannya. "Selain cabai ada juga terong, sekarang sudah habis diserok," ujarnya.
Hasil mengolah lahan dan tanaman ini, menjadi sumber untuk penghidupan termasuk membiayai anak-anaknya yang kuliah. Saat ini anaknya akan masuk SMA dan SMP. Padahal ada 60 batang pohon kelapa yang dirobohkan. "Saya mau hidupi keluarga dengan apa, saya ini janda," tuturnya sambil mengusap air mata.
Ketua ORI Perwakilan DIY, Budi Masturi berjanji segera menindaklanjuti laporan dan keluhan warga. "Status LHP (Laporan hasil pemeriksaan) masih hidup, ini hanya kelanjutan kasus lama," ujarnya.
ORI, kata dia, sudah memberikan rekomendasi kepada pihak-pihak terkait agar melakukan pendekatan persuasif kepada warga penolak proyek bandara agar tidak ada pelanggaran administratif. Jika rekomendasi tidak dilaksanakan akan diserahkan ke pusat. "Kita netral, jadi semua pihak akan kita dengar," tuturnya.