SLEMAN, iNews.id - Sejumlah persiapan mitigasi sekitar lereng Merapi dipersiapkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman. Untuk mengedukasi warga lereng Merapi soal proses evakuasi, BPBD Sleman mengajak warga menyiapkan tas siaga bencana.
Berkaca dari kejadian erupsi Merapi tahun 2006 dan 2010 lalu, ketika evakuasi warga tidak memikirkan harta benda yang harus dibawanya, kecuali diri sendiri dan anggota keluarga. Hal ini membuat aset warga hilang tersapu awan panas, termasuk arsip penting dan berkas kependudukan.
Supaya warga lebih siap ketika bencana terjadi, BPBD Sleman melatih warga untuk menyiapkan tas siaga bencana. Tas itu berisi berkas penting seperti akta kelahiran, kartu keluarga, ijazah, hingga sertifikat tanah.
Kepala Pelaksana BPBD Sleman Joko Supriyanto mengatakan tas siaga bencana itu perlu dimiliki warga di lereng gunung. Jika sewaktu-waktu erupsi terjadi, berkas bisa dibawa mengungsi.
"Ketika ada perintah mengungsi, dia nggak usah nyari kemana-mana, tinggal nyangking. Jadi berkas tidak akan hilang ditelan erupsi," kata Joko, Senin (13/7/2020).