Adanya fakta ini membuat Heroe menegaskan kembali bahwa protokol Covid-19 di rumah makan, warung resto dan kafe juga harus memperhatikan peralatan yang berpotensi saling disentuh secara bergantian. Belum selesai tracing dari beberapa kasus sebelumnya, kasus baru muncul dari Kotabaru.
"Semula dari seorang lelaki dan kemudian menularkan kepada seorang lurah dan kasat linmas kelurahan," ujarnya.
Akibat kasus Kotabaru dan klaster Soto Lamongan, ada dua ASN dan dua tenaga teknis Pemkot Jogja terpapar Covid-19.
"Dua karena kasus Kotabaru dan dua dari pembeli soto Lamongan, sedangkan enam pembeli soto Lamongan dari ASN, hasil swabnya negatif," ujar Heroe.
Artikel ini telah tayang di Harianjogja.com dengan judul "Total 5 Pembeli Soto Lamongan Positif Corona, 2 di Antaranya Pegawai Pemkot Jogja"