”Jadi kami memudahkan jemaah dengan mengundang imigrasi ke sini, karena memang ada layanan jemput bola seperti ini,” katanya.
Para jemaah umrah ini akan berangkat ke tanah suci pada awal Januari nanti. Mereka juga akan melakukan wisata religi ke Turki.
Kasubsi Teknologi Keimigrasian, Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Wonosobo, Yogi Aji Saptono mengatakan, Setiap harinya mereka memiliki kuota untuk membuat 100 paspor. Selama ini selalu penuh, sehingga dalam sebulan ada sekitar 3.000 paspor yang dikeluarkan.
“Sejak dibuka Juli lalu, umrah terus meningkat, sehari kami 100 atau sekitar 3.000 paspor yang kami proses,” katanya.
Pengurusan paspor juga mudah asalkan memiliki dokumen kependudukan. Mereka juga memberikan layanan jemput bole di masyarakat. Selain itu masa berlaku paspor juga lebih lama menjadi 10 tahun.
Salah satu jemaah umrah, Lutfi Hakim mengaku akan berangkat umrah bersama istrinya. Dia memilih umrah lebih dulu karena untuk berhaji harus antreannya cukup panjang lebih dari 10 tahun.
“Alhamdullilah setelah Covid-19 dibuka lagi, jadi bisa berangkat umrah. Kalau menunggu gaji daftar atreannya cukup panjang,” katanya.