Meskipun demikian, Heroe mendukung kebijakan tersebut karena dimungkinkan harga bahan-bahan kesehatan tersebut diungkinkan semakin lama turun karena ketersediaan bahan semakin banyak dan semakin mudah diperoleh.
“Yang pasti, pemerintah daerah pada prinsipnya tidak mencari untung dari pelayanan maupun penanganan kasus Covid-19. Kami mengeluarkan banyak biaya untuk menemukan kasus, dan ketika sudah ditemukan, pasien tidak menbayar apapun,” katanya.
Rumah sakit milik Pemerintah Kota Yogyakarta, RS Jogja dan RS Pratama, hingga saat ini belum memiliki kemampuan untuk menguji sampel uji swab untuk Covid-19. Pemkot Yogya memastikan telah mengajukan alat pengujian tersebut ke Kementerian Kesehatan.
“Selama ini hanya mengambil sampel saja. Di rumah sakit ada alat untuk menganalisa TBC tetapi untuk menganalisa Covid-19 dibutuhkan cartridge yang berbeda. Ini yang kami tidak punya. Sudah mengajukan ke kementerian tetapi belum ditindaklanjuti,” katanya.