Tenaga Pendidik di Kulonprogo Diajari tentang Etika Berlalu Lintas

Antara
Bupati Kulonprogo Sutedjo mengajak tenaga pendidik terlibat dalam membimbing siswa memiliki etika berlalu lintas pada Rabu (6/10). (Foto : Antara /HO-Humas Pemkab Kulonprogo)

KULONPROGO, iNews.id- Puluhan tenaga pendidik diberikan bimbingan teknis tentang penanaman nilai-nilai etika berlalu lintas di kalangan pelajar. Bimbingan teknis yang dilakukan oleh Pemkab Kulonprogo ini menyasar tenaga pendidik SMA/SMK/MAN, SMP/MTs, dan SD/MI.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kulonprogo, L Bowo Kristianto mengatakan bahwa sampai saat ini perubahan transportasi akan terus terjadi, sesuai tantangan dan tuntutan masing-masing.

Setiap tahapan perkembangan, sistem transportasi memilik permasalahannya sendiri, banyak kasus kecelakaan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia disebabkan faktor manusia atau "human error"

“Sering kali terjadi kasus kecelakaan lalu lintas faktor penyebabnya pun bisa bermacam-macam, tapi ternyata yang paling dominan adalah 'human error'. Dalam konteks kecelakaan, 'human error' berarti faktor manusia seperti persoalan keterampilan, kelelahan, rendahnya etika, serta kurangnya pemahaman aturan," kata Bowo Kristianto, Rabu (6/10/2021).

Ia mengatakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dinyatakan bahwa kecelakaan lalu lintas adalah suatu peristiwa di jalan yang tidak diduga dan tidak disengaja, melibatkan kendaraan dengan atau tanpa pengguna jalan lain yang mengakibatkan korban manusia dan/atau kerugian harta benda.

Dalam perkembangannya, transportasi dari masa ke masa terus bergerak perlahan. Bahkan terus berevolusi secara sedikit demi sedikit. Internalisasi tentang nilai-nilai etika menjadi penting untuk mengintervensi faktor "human error".

Satuan pendidikan dari berbagai tingkatan menjadi entitas yang penting untuk menanamkan nilai-nilai etika berlalu lintas. Kolaborasi antara pemangku kepentingan yang menjadi jawaban tentang pemahaman nilai-nilai etika berlalu lintas

“Kerja sama antara Pemkab Kulonprogo, Balai Pendidikan Menengah dan Kantor Kementerian Agama Kulon Progo ini adalah salah satu upaya agar secara terus menerus setiap satuan pendidikan di Kabupaten Kulonprogo menanamkan nilai-nilai etika berlalu lintas kepada para siswa," katanya.

Bupati Kulonprogo Sutedjo mengatakan pelajar menduduki peringkat kedua setelah karyawan swasta, baik sebagai pelaku, maupun korban kecelakaan lalu lintas. Faktor-faktor penyebab kecelakaan lalu lintas dapat diakibatkan dari pengguna jalan, kondisi kendaraan, dan kondisi jalan

“Faktor penyebab kecelakaan sebanyak 70 persen adalah manusia, dan sisanya adalah faktor kendaraan, teknologi, alam dan jalan. Demikian halnya di Kabupaten Kulonprogo, kecelakaan lalu lintas yang diakibatkan oleh kesalahan manusia menduduki peringkat teratas," katanya.

Editor : Ainun Najib
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Hujan Deras Picu Longsor di Kulonprogo, 4 Rumah Rusak dan Sejumlah Jalan Tertutup

57 tahun lalu

Hujan Deras, Tebing Longsor di Kulonprogo Terjang Rumah Warga

57 tahun lalu

Kisah Pilu Siswi SD di Kulonprogo, Sekolah Sambil Momong Adik karena Ibunda Derita Kanker

57 tahun lalu

Hujan Deras Picu Tebing Longsor di Kulonprogo Timpa Rumah Warga

57 tahun lalu

Emosi Tim Voli yang Didukungya Kalah, Pemuda di Kulonprogo Tikam 2 Suporter Lawan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal