Namun demikian ilmu kedokteran sudah dikuasainya, seperti suntik, diagnosis, terapi, sampai operasi kecil-kecilan hingga kemampuan spiritual.
Mbah Benu menggunakan pendekatan budaya untuk mendekati masyarakat Jawa yang masih sinkretis. Dia tokoh yang memiliki keilmuan integratif. Tidak hanya menguasai ilmu Alquran, hadis, fikih, tasawuf, tetapi juga ilmu kedokteran, pertanian, perikanan, lingkungan hidup, bela diri bahkan sampai kepada yang berhubungan dengan hal-hal spiritual.
Pada tahun 1984, Mbah Benu bersama masyarakat mendirikan Masjid Aolia yang berdiri di sisi petigaan Giriharjo, Panggang. Masjid ini dibangun dengan ornamen klasik seolah telah ada sejak tahun 1800-an yang letaknya diseberang jalan arah Parangtritis.
Mbah Benu memiliki hubungan dengan masyarakat yang tergabung dalam jemaah Aolia. Mayoritas jemaah berasal dari wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah. Dia merupakan sesepuh daerah Panggang, Gunungkidul.
Jamaah Aolia selama ini dipimpin langsung Mbah Benu yang disebut sebagai Mursyid atau guru.