JAKARTA, iNews.id - Sosok KH Raden Ibnu Hajar Shaleh Pranolo atau akrab dipanggil Mbah Benu menyita perhatian publik. Dia viral di media sosial dengan pernyataannya 'menelepon Allah SWT' untuk menentukan 1 Syawal 1445 H yang menjadi pertanda Hari Raya Idul Fitri 2024.
Pengikutnya yang merupakan jemaah Aolia di Gunungkidul, DIY telah merayakan Lebaran 2024 pada Jumat (5/4/2024). Mereka sudah menggelar Salat Idul Fitri atau lebih awal 5 hari dari umat Islam lainnya.
Setelah pernyataannya viral, dia mengklarifikasi maksud 'menelepon' Tuhan dalam menentukan kapan tepatnya 1 Syawal yang merupakan istilah jalan spiritual.
"Jadi terkait pernyataan saya tadi pagi tentang istilah menelepon Gusti Allah SWT, itu sebenarnya hanya istilah. Yang sebenarnya adalah perjalanan spiritual saya, kontak batin dengan Allah SWT," ujar Mbah Benu dikutip dari akun @merapi_uncover, Sabtu (6/4/2024).
Lalu siapakan Mbah Benu, tokoh yang menjadi Mursyid atau guru jemaah Aolia?
Informasi yang dirangkum iNews dari berbagai sumber menyebutkan, Mbah Benu lahir di Pekalongan pada Sabtu Pon 28 Desember 1942. Dia besar di Solotiang, Maron, Purworejo.