Wasido mengatakan, sejak lahir anaknya yang kini duduk di bangku kelas VII SMP ini memang berbeda dengan teman-temannya. Sebb dia terlahir disabilitas yaitu tangannya hanya satu. Perbedaan inilah yang membuat RAN seringkali mendapatkan perlakukan tak pantas dari teman-temannya.
Kemarin seusai zuhur, putranya kembali mendapatkan perlakuan berbeda dari teman-temannya. Informasi yang dia dapat, anaknya menjadi korban perundungan. Mungkin karena tidak terima, anaknya melakukan pembalasan hingga terjadi perkelahian
"Anak saya kan cacat sejak lahir (tidak memiliki tangan kiri), terus diejek-ejek temannya itu. Mungkin gak terima atau gimana hingga terjadi perlawanan dan berkelahi itu," kata Wasido.
Dalam perkelahian tersebut, RAN mengalami cedera pada salah satu jarinya. Karena mengalami kesakitan hebat, siswa ini kemudian dibawa ke rumah sakit oleh gurunya kemudian diminta untuk opname dan melakukan operasi untuk pemasangan pen.
Wasido menjelaskan, biasanya anaknya tersebut tidak melakukan perlawanan. Sebab dia sudah berpesan agar anaknya tidak melakukan perlawanan ketika mendapat perlakuan perundungan dari teman yang lain.