Mengetahui kejadian langka tersebut, Suyadi beserta temannya langsung melaporkan kejadian itu ke pihak desa. “Pertama itu, saya ngebor sumur sekitar 60 meter. Pas mau pulang, air keluar sendiri tanpa disedot pompa,” katanya, Rabu (21/8/2019).
Semburan air itu, kata dia, sudah berlangsung tiga hari dan debit air yang dikeluarkan stabil. Rencananya, air tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga dan pengairan pertanian.
Sementara itu, setelah viral di media sosial warga berdatangan untuk melihat langsung fenomena langka air menyembur tanpa bantuan pompa ataupun mesin. Sejumlah warga meminum air tersebut dan menggunakannya untuk mencuci muka dan juga kaki.
Warga yang mengetahui adanya fenomena tersebut mengaku senang. Sebab, Desa Bendungan selama ini masuk daerah kekeringan.
“Senang sekali ada air. Setiap kali musim kemarau tiba, warga selalu kebingungan untuk mendapatkan air,” kata Sudarta Wahab, warga Bendungan.
Mereka berharap agar fenomena itu menjadi titik awal ditemukannya sumber air di desa mereka agar setiap musim kemarau tidak kebingungan mendapatkan air bersih.