Sejarah Sekaten, Peringatan Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Hanna Ratih Aninditya
Sejarah upacara sekaten, salah satu upacara tradisional yang berkembang dalam hiruk pikuk kehidupan masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta. (Foto: perpusnas.go.id).

Tahanpannya, yaitu mula-mula gamelan sekaten akan dibunyikan yang menjadi pertanda akan dimulainya upacara sekaten. Gamelan sekaten akan berbunyi dari jam 16.00 hingga perkiraan jam 23.00 pada tanggal 5 bulan Rabi’ul Awal.

Selanjutnya gamelan akan dipindahkan menuju pagongan pada halaman masjid besar yang diselenggarakan pada 5 Rabi’ul Awal pukul 23.00 WIB. Gamelan akan dibunyikan pada waktu siang dan mala hari kecuali ketika waktunya sholat dan hari Jumat di lokasi Pagongan.

Tahapan selanjutnya, yaitu kehadrian dari Sri Sultan dengan para pengiringnya menuju serambi Masjid Besar untuk mendengarkan bacaan dari riwayat kelahiran Nabi Muhammad SAW pada acara tersebut yang diadakan 11 Rabu’ul Awal pukul 20.00 WIB- 23.00 WIB.

Hingga akhirnya sampai pada tahap terakhir, yaitu dikembalikannya gamelan sekaten berada di halaman Masjid Besar ke keraton yang menjadi pertanda berakhirnya upacara sekaten. Tahapan akhir diselenggarakan pada 11 Rabi’ul Awal dimulai pada pukul 23.00 WIB. 

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Mengulik Masa Kejayaan Bojonegoro di Balik Polsek Padangan Gedung Bergaya Kolonial

57 tahun lalu

Resmi Jabat Kapolres Nganjuk, AKBP Suria Miftah Irawan Disambut Tradisi Pedang Pora

57 tahun lalu

Viral! Upacara Pengibaran Bendera di Lapangan Berlumpur, Seragam Putih Berubah Kecokelatan

57 tahun lalu

Daftar Marga di Maluku, Sejarah dan Identitas Sosial

57 tahun lalu

Pesona dan Sejarah Panjang Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal