Sejarah Sekaten, Peringatan Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Hanna Ratih Aninditya
Sejarah upacara sekaten, salah satu upacara tradisional yang berkembang dalam hiruk pikuk kehidupan masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta. (Foto: perpusnas.go.id).

KOTA YOGYAKRTA, iNews.id- Sejarahupacarasekaten, salah satu upacara tradisional yang berkembang dalam hiruk pikuk kehidupan masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta. Upacara Sekaten, yaitu upacara tradisional yang diselenggarakan sebagai bentuk untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. 

Upacara sekaten biasanya diselenggarakan secara periodik dalam setahun sekali pada setiap 5-11 Rabi’ul Awal yang jika berada dalam kalender Jawa biasanya disebut dengan bulan Mulud. 

Upacara sekaten akan ditutup pada 12 Rabi’ul awal dengan diadakannya upacara garebeg mulud.

Sejarah Upacara Sekaten

Hakikatnya upacara sekaten merupakan tradisi yang diwariskan oleh nenek moyang. Awalnya upacara sekaten diselenggarakan setiap tahun oleh para raja-raja yang berada di tahah Hindu. 

Upacara ini berwujud dengan selamatan atau sesaji yang disajikan untuk arwah para leluhur. Namun, seiring perkembangannya, upacara sekaten menjadi sarana yang berperan dalam menyebarkan agama Islam melalui kegiatan kesenian gamelan. 

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Mengulik Masa Kejayaan Bojonegoro di Balik Polsek Padangan Gedung Bergaya Kolonial

57 tahun lalu

Resmi Jabat Kapolres Nganjuk, AKBP Suria Miftah Irawan Disambut Tradisi Pedang Pora

57 tahun lalu

Viral! Upacara Pengibaran Bendera di Lapangan Berlumpur, Seragam Putih Berubah Kecokelatan

57 tahun lalu

Daftar Marga di Maluku, Sejarah dan Identitas Sosial

57 tahun lalu

Pesona dan Sejarah Panjang Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal