Sejarah Sekaten, Peringatan Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW
Para pengunjung yang datang diperbolehkan untuk masuk dan duduk pada serambi masjid dengan membaca syahadatain terlebih dahulu. Para pengunjung yang berada di halaman masjid diajak untuk membasuh tangan, muka, kaki menggunakan air kolam luar dari serambi masjid.
Asal usul nama sekaten didasari oleh beberapa pendapat. Pertama, yaitu sekaten berasal dari kata sekati yang diambil berdarsarkan nama perangkat gamelan pusaka keraton yang ikut dibunyikan dalam serangkaian upacara pada peringatan Maulid Nabi Muhammad.
Lalu kedua sekaten juga berasal dari kata suka dan ati yang memiliki arti senang hati. Ketiga sekaten juga berasal dari kata sesek dan ati yang memiliki arti sesak hati.
Namun, ada pendapat juga menyebutkan, kata sekaten berasal dari syahadatain yang memiliki arti dua kalimat syahadat. Tujuan dan maksud diadakannya upacara sekaten, yaitu untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Selain itu upacara sekaten juga memiliki tujuan sebagai sarana penyebar luasan agama Islam. Upacara sekaten umumnya diselenggarakan selama kurang lebih tujuh hari. Dimulai dari tanggal 5 sampai 11, bulan Mulud atau Ra’biul Awal.