Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mengulik Masa Kejayaan Bojonegoro di Balik Polsek Padangan Gedung Bergaya Kolonial
Advertisement . Scroll to see content

Sejarah Sekaten, Peringatan Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Sabtu, 01 Oktober 2022 - 22:00:00 WIB
Sejarah Sekaten, Peringatan Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW
Sejarah upacara sekaten, salah satu upacara tradisional yang berkembang dalam hiruk pikuk kehidupan masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta. (Foto: perpusnas.go.id).
Advertisement . Scroll to see content

Para pengunjung yang datang diperbolehkan untuk masuk dan duduk pada serambi masjid dengan membaca syahadatain terlebih dahulu. Para pengunjung yang berada di halaman masjid diajak untuk membasuh tangan, muka, kaki menggunakan air kolam luar dari serambi masjid.

Asal-Usul Nama Sekaten

Asal usul nama sekaten didasari oleh beberapa pendapat. Pertama, yaitu sekaten berasal dari kata sekati yang diambil berdarsarkan nama perangkat gamelan pusaka keraton yang ikut dibunyikan dalam serangkaian upacara pada peringatan Maulid Nabi Muhammad. 

Lalu kedua sekaten juga berasal dari kata suka dan ati yang memiliki arti senang hati. Ketiga sekaten juga berasal dari kata sesek dan ati yang memiliki arti sesak hati. 

Namun, ada pendapat juga menyebutkan, kata sekaten berasal dari syahadatain yang memiliki arti dua kalimat syahadat. Tujuan dan maksud diadakannya upacara sekaten, yaitu untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. 

Selain itu upacara sekaten juga memiliki tujuan sebagai sarana penyebar luasan agama Islam. Upacara sekaten umumnya diselenggarakan selama kurang lebih tujuh hari. Dimulai dari tanggal 5 sampai 11, bulan Mulud atau Ra’biul Awal. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut