Eko mengakum masih penasaran dengan pelaku yang tega membunuh anak kedua dari dua bersaudara ini. Mereka tidak yakin dilakukan pelaku seorang diri dalam keadaan normal. Sebab korban selama ini dikenal memiliki kemampuan bela diri.
“Saya tidak sombong, anak saya sejak kecil sudah berlatih bela diri. Mungkin karena dikasih minuman itu menjadi tidak sadar,” katanya.
Rekostruksi pembunuhan ini menampilkan 28 adegan yang dilaksanakan di Alun-alun Wates, toko kelontong di samping gereja dan di Wisma Sermo. Di alun-alun Wates dilaksanakan 5 adegan dan di toko enam adegan. Namun dalam reka ulang di Wisma Sermo mendadak dibatalkan dengan alasan ada kepentingan penyidik.
“Total ada 28 adegan, dan tadi sudah 11 adegan. Karena ada kepentingan yang 16 di Wisma Sermo batal karena ada kepentingan penyidik,” kata Kasubbag Humas Polres Kulonprogo Iptu I Nengah Jefry.
Pelaku akan dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman seumur hidup. Pelaku juga melakukan pembunuhan terhadap Takdir Sunariati di dermaga Wisata Glagah pada 3 April lalu.