Rudal Hipersonik Milik Amerika di Jerman Bisa Jangkau Rusia dalam 21 Menit

Salsabila Nur Rizki
Gambar rendering rudal hipersonik AS Raytheon. Saat ini AS juga tengah mengembangkan rudal hipersonik jarak jauh Dark Eagle. (Foto: Reuters)

Sementara itu komandan umum unit artileri, Stephen Maranian, mengatakan pengembangan itu akan meningkatkan kemampuan Angkatan Darat AS di Eropa dan Afrika secara signifikan untuk berbagai operasi. 

Bulan lalu, China membuat kejutan dengan menguji coba rudal hipersonik yang diklaim bisa menjangkau sebagian besar negara di dunia. 

Militer AS terkejut setelah mengetahui bahwa rudal China itu mengelilingi Bumi terlebih dulu sebelum menjangkau target meskipun meleset beberapa kilometer.

Editor : Ainun Najib
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pilu! Begini Pengakuan Gadis Indramayu Korban TPPO Modus Pengantin Pesanan di China

57 tahun lalu

Kronologi Gadis Indramayu Jadi Korban TPPO di China, Dijanjikan Kerja Restoran

57 tahun lalu

WNA China Rampok Rumah Mewah di Bogor Pakai Topeng Lionel Messi, 2 Orang Ditangkap

57 tahun lalu

Demo di Surabaya Bakar Patung Baal, Protes Serangan AS-Israel ke Iran

57 tahun lalu

Polda Sultra Ambil Alih Penanganan Kasus 4 TKA China Aniaya Buruh Lokal di PT IPIP

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal