“Kita sudah negosiasi baik-baik dengan mereka. Apa sih aspirasinya. Tapi, belum selesai negosiasi tiba-tiba ada yang lempar molotov ke pos polisi hingga terbakar. Warga sekitar pun marah karena aksi itu merugikan warga,” kata Dofiri.
Kapolda juga berterimakasih kepada masyarakat sekitar yang membantu polisi dalam mengamankan para pelaku kerusuhan. “Terima kasih warga, tanpa perintah mereka sendiri yang kejar massa,” ucapnya.
Terkait spanduk bertuliskan “Bunuh Sultan” dalam aksi itu, Dofiri menilai tulisan di spanduk yang dibentangkan para pengunjuk rasa sangat ngawur dan melenceng dari tujuan unjuk rasa Hari Buruh. “Ngawur sekali itu. Ini kan jadi gak jelas apa sebenarnya aspirasi mereka. Yang jelas mereka sudah merusak fasilitas umum dan bawa molotov. Pasti kita tindak tegas,” tandasnya.
Sementara itu, situasi di sekitar lokasi aksi maupun kampus UIN Sunan Kalijaga hingga mala mini sudah berangsur-angsur kondusif dan kembali normal.