Untuk mengatasi kerusakan ini, idealnya memang menggunakan jalan rabat beton. Karena, mulai dari Desa Pripih sampai Desa Mlangsen kondisi jalannya sangat parah.
Sekretaris Dinas Perhubungan Kulonprogo, Joko Tri Hatmono mengatakan sekitar lokasi proyek bandara yang merupakan pintu masuk cukup rawan. Dalam satu menit setidaknya ada 5 dampai 6 truk yang akan masuk.
Pihaknya juga sudah meminta PT Permukiman Perumahan untuk melakukan penambahan rambu tambahan, petugas di lapangan dan lampu penerangan jalan. Khusus masalah tonase berlebih, Dinas Perhubungan akan melakukan penertiban dan inspeksi dadakan.
"Memang bebetapa truk yang membawa muatan itu tutup terpalnya hanya seadanya," kata Joko.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Arif Prastowo mengatakan, sebenarnya dampak lingkungan yang muncul yang dikeluhkan warga, sudah diantisipasi penambang. Ini terlihat dalam dokumen lingkungan mereka. Tapi ketika masala ini muncul, berarti ada yang tidak mereka laksanakan.
"Dalam dokumen amdal, masalah debu jalan rusak ini sudah ada yang harus dilakukan," tuturnya.