"Kami kan baru juga akan memikirkan turn off dari nakes, karena mereka juga ada keterbatasan, sudah kita lakukan kajian, untuk bisa menetapkan daerah kita ini, apalagi kita risiko rendah atau sedang, nanti ada hubungannya dengan aturan WFH," katanya.
Kajian WFH telah masuk ke Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogya. Kajian telah masuk ke Satgas, setelahnya akan dibahas dengan organisasi dengan BKPP, lalu diputuskan Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogya.
"Kami baru mengkaji, nanti baru dibahas untuk kemudian ditentukan, misal kita memang daerah risiko sedang, berarti 50 persen harus WFH," ujarnya.
Sebelumnya Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Heroe Poerwadi menuturkan pihaknya telah berkomunikasi dengan para nakes menyangkut kebutuhan shelter nakes. Bila dibutuhkan, hotel pendidikan di Kota Yogya siap diproyeksikan menjadi selter nakes. Heroe menuturkan, pihak hotel mengaku bersedia untuk dijadikan shelter nakes, namun belum tahu rinci berapa kapasitas daya tampung hotel bisa menampung para nakes.
Artikel ini telah tayang di Harianjogja.com dengan judul "Jogja Siapkan Selter & Strategi WFH untuk Nakes"