Pemkot Yogya Siapkan Shelter dan Strategi WFH bagi Tenaga Kesehatan
Pengoperasian shelter sebagai asrama untuk nakes merupakan salah satu bentuk fasilitas kenyamanan bagi para nakes. Hal ini juga bisa mengurangi penyebaran Covid-19.
"Memberikan tempat istirahatlah istilahnya, sehingga nanti dalam pelayanan maksimal dan dia tidak gampang ketularan, nanti kalau kondisi dia turun, paparannya banyak sekali, ya walaupun dia pakai APD, yang Wirobrajan itu kan sudah pakai apd level tiga nyatanya juga masih kena (Covid-19)," ucapnya.
Dia berharap shelter nakes yang sedang dibahas memang bukan diperuntukkan bagi nakes yang positif. Meski dia tidak menampik bahwa kemungkinan shelter nakes sehat dan shelter nakes positif bisa dioperasikan keduanya.
"Ini nanti bisa saja berkembang, kemarin ada dua, mungkin nanti bisa saja yang tidak konfirmasi positif bisa disewakan hotel mana, kan enggak masalah, dia enggak positif, nanti yang positif ya mungkin di hotel pendidikan, kalau yang hanya untuk kita banyak pilihan, tapi yang positif tapi OTG kalau rumahnya jauh, mungkin kalau isoalsi di rumah nanti malah menularkan keluarganya," katanya.
Saat ini kajian yang sedang diproses terkait strategi Work From Home (WFH) bagi nakes. Konsep WFH akan berpaku pada tingkat risiko wilayah. Misalnya, suatu wilayah masuk dalam kategori rendah maka tingkat pekerja yang WFH hanya 25 persen. Sedangkan untuk wilayah risiko tinggi persentase pekerja WFH 50 persen, sedangkan untuk wilayah berisiko tinggi persentase pekerja WFH sebesar 75 persen.