Ketua Perhemi Triadi Nugroho mengatakan, mereka siap menjembatani petani horti meski hanya skala kecil dan menengah agar bisa ekspor. Pemerintah harus memberikan kemudahan sehingga produk horti Indonesia tidak kalah bersaing dengan Thailand yang dikenal sebagai eksportir horti terbesar di dunia.
"Kami siap membantu mengangkat petani Indonesia untuk masuk ke pasar ekspor karena potensinya sangat besar,” katanya
Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Kepala Perwakilan BI DIY Tantan Heroika mengatakan sektor pertanian masih menjadi penyumbang utama dalam pertumbuhan perekonomian di DIY. Sektor ini masih memberikan kontribusi signifikan, sehingga menjadi potensi yang harus dikembangkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik tetapi sekaligus ekspor.
"Kontribusi sektor pertanian di DIY terhadap perekonomian sudah mencapai 10 persen. Ekspornya juga mengalami pertumbuhan sekitar 19 persen,” katanya.
Sekretaris DPKP DIY Titi Purwati mengakui belum banyak produk hortikultura di DIY yang sudah berskala ekspor. Selama ini baru Salak Pondoh yang mayoritas dikirim ke China. Sedangkan produk hortikultura lainnya seperti sayur, tanaman obat dan rempah serta tanaman hias, belum banyak diekspor.
“Lewat bimtek ini diharapkan petani bisa memasarkan lebih luas dengan ekspor,” katanya.