Omzet Rendah dan Mesin Rusak, Petani Garam Gunungkidul Berhenti Produksi

Antara
Ilustrasi petani garam. (foto : Ist)

Untuk di awal-awal produksi lagi, ia berharap budi daya bisa berjalan dengan lancar tanpa ada kendala, sehingga hasilnya dapat dipasarkan ke masyarakat. Hanya saja, Triyono juga berharap ada perbaikan harga sehingga petani tetap mendapatkan keuntungan guna meningkatkan kesejahteraan.

"Sebelum berhenti operasi, setiap bulan bisa menghasilkan delapan kuintal garam. Untuk harga hanya laku Rp3.000 per kilogram, kami berharap harganya bisa lebih baik lagi,” katanya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Budi daya Garam di Pantai Sepanjang, Winarto mengatakan kelompoknya juga berhenti memproduksi garam sementara waktu. Menurut dia, upaya produksi akan dimulai kembali dengan meperbaiki sarana prasarana pendukung dalam budi daya.

"Kami belum lama, tapi memang Covid-19 juga ikut memberikan dampak terhadap berhentinya operasional,” katanya.

Editor : Ainun Najib
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Hujan Deras Picu Longsor Bukit Clongop, Jalur Penghubung Jateng–DIY Ditutup

57 tahun lalu

Hati-Hati Modus Kejahatan, Penipuan Jual Beli Online Emas Antam Diungkap Polres Gunungkidul

57 tahun lalu

Terungkap! Pasien Terpapar Virus Super Flu Meninggal di Bandung Punya Komorbid

57 tahun lalu

10 Warga Jabar Terpapar Virus Super Flu, Terdeteksi sejak Agustus

57 tahun lalu

Korupsi Bilik Sterilisasi Covid-19 di Dairi, 2 Terdakwa Divonis 2 Tahun Penjara

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal