Numpak Gerobak, Transportasi Tradisional yang Jadi Wisata Baru di Bantul 

Priyo Setyawan
Gerobak saat mengantarkan wisatawan keliling Jodog-Karangasen, Gilangharjo, Pandak, Bantul, Minggu (2/1/2022). (Istimewa)

Keseluruhan jumlah gerobak dalam wadah paguyuban mencapai 50 unit. Untuk itu akan dikoordinasikan bagaimana kalau tidak hanya sebulan sekali. Sehingga ke depannya tidak hanya sebulan sekali.

"Sementara ini karena baru diluncurkan hanya di hari Minggu Pon. Tetapi kedepan kita koordinasikan," kata dia.

Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Bantul, Nugroho Eko Setyanto mengatakan, gerobak merupakan transportasi tradisional sebagai hasil karya budaya yang memang harus tetap dilestarikan.

Apalagi gerobak  sekarang mempunyai fungsi yang lebih dari pada dulu. Dulu hanya sebagai alat transportasi, tetapi saat ini dengan keunikan  merupakan potensi untuk menambah semaraknya pariwisata di Kabupaten Bantul.

"Kami berharap tempat-tempat lain yang ada destinasi wisata bisa mengundang rekan-rekan komunitas gerobak," kata dia.

priyo setyawan

Editor : Nur Ichsan Yuniarto
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kehabisan Bekal, Sejoli asal Kolombia Ditangkap saat Ngamen di Lampu Merah Bantul

57 tahun lalu

Info Loker Jogja Terbaru 2026: Peluang Terbuka di Sektor Jasa, Gaji Sesuai UMK

57 tahun lalu

Wisata Air Terjun Tibu Ijo Berujung Duka, Wanita Tewas Tersangkut di Bebatuan Sungai

57 tahun lalu

Tragis! Diajak Kakek Cari Rumput, Bocah di Bantul Tewas Tertimpa Buis Beton

57 tahun lalu

Puncak Arus Balik Lebaran di Stasiun Tugu, Ribuan Pemudik Tinggalkan Yogyakarta

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal