Dia juga menitipkan pesan agar Pemkab Kulonprogo komiten untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Salah satunya dalam penanganan gizi bayi dan stunting. Semenjak kehamilan, tim harus memantau sampai dengan proses kelahiran dan perkembangan bayi.
Direktur Utama PT Insan Muklisin Sentolo Saifudin mengatakan, RS Queen Latifa sangat concern dalam mendukung kebijakan pemerintah. Salah satunya dengan ikut menekan angka kematian ibu dan anak.
“Kami sudah siapkan dokter obgyn (Spesialis obstetri dan ginekologi/SPOG) dan layanan pendukung lain yang komprehensif,” ujar Saifudin.
Dirut RS Queen Latifa dr Shelly Juliana Awwalin menambahkan, pihaknya siap membangun jejaring dengan mitra seperti puskesmas maupun dokter keluarga sebagai rumah sakit rujukan untuk ibu hamil. Apalagi lokasinya cukup strategis dan layanan yang ada sangat lengkap, seperti poliklinik syarat, mata, radionologi, laboratorium dan akan terus berkembang dengan THT.
“Sementara untuk rawat inap sudah ada 30 bed. Kami masih akan terus membangun untuk pengembangan gedung,” tuturnya.