Kisah Perang Saudara di Kerajaan Mataram usai Wafatnya Panembahan Senopati

Avirista Midaada
Perang Saudara di Kerajaan Mataram terjadi setelah wafatnya Panembahan Senopati. (Foto: Lukisan tentara Kerajaan Mataram)

Puger mendapat dukungan dari Adipati Gending dan Adipati Panjer. Puger agaknya ingin mengembalikan kejayaan Demak serta Dinasti Majapahit. Dia menginginkan wilayah Demak hingga ke Tambak Uwos, Jawa Timur sebagai kerajaan yang berdiri sendiri. 

Namun pemberontakan Puger ini berakhir pada 1605. Panembahan Hanyakrawati mengakhiri pemberontakan kakak tirinya itu setelah mengirim Tumenggung Suranata atau Ki Gede Mestaka untuk memimpin peperangan melawan Puger.

Puger berhasil ditangkap dan diasingkan ke Kudus. Putra Puger kemudian diangkat sebagai Adipati Pati yang bergelar Adipati Pragola. 
Kelak adipati inilah yang juga memimpin pemberontakan ke Mataram yang dikenal dengan pemberontakan Pragola II.

Editor : Reza Yunanto
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Perang Saudara Pecah di Kora Nduga, Korban Luka Dievakuasi ke RSUD Timika

57 tahun lalu

Amangkurat I Bangun Istana Megah Kerajaan Mataram, Dikelilingi Danau Buatan

57 tahun lalu

Kisah Sultan Amangkurat I Bangun Istana Plered yang Megah

57 tahun lalu

Keistimewaan Sultan Agung, Bisa Pergi Secepat Kilat Sujud di Makkah Setiap Jumat

57 tahun lalu

Kisah Kesaktian Pangeran Puger Tak Mempan Ditembak, Bantu Untung Surapati Kalahkan VOC

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal