Kisah Perang Saudara di Kerajaan Mataram usai Wafatnya Panembahan Senopati

Avirista Midaada
Perang Saudara di Kerajaan Mataram terjadi setelah wafatnya Panembahan Senopati. (Foto: Lukisan tentara Kerajaan Mataram)

JAKARTA, iNews.id - Wafatnya Panembahan Senopati berujung pada pengangkatan Hanyakrawati sebagai Raja Mataram. Namun keputusan itu menimbulkan kekecewaan pada diri Pangeran Puger yang merasa lebih berhak menjadi raja ketimbang adiknya.

Peri Mardiyono menulis dalam buku "Tuah Bumi Mataram : Dari Panembahan Senopati hingga Amangkurat II" bahwa Puger merasa dirinya lebih layak mewarisi takhta Kerajaan Mataram ketimbang Hanyakrawati yang berusia lebih muda. 

Hanyakrawati pun menyadari kekecewaan kakak tirinya itu. Dia melakukan pendekatan kepada Puger dan memberikan jabatan sebagai Adipati Demak. 

Puger menerima jabatan itu kendati masih tidak puas hingga akhirnya memutuskan untuk melakukan pemberontakan.

Dia menginginkan Demak lepas dari kekuasaan Kerajaan Mataram. Pada 1602 Masehi akhirnya pecah perang saudara antara Demak melawan Mataram. Perang berlangsung selama tiga tahun.

Editor : Reza Yunanto
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Perang Saudara Pecah di Kora Nduga, Korban Luka Dievakuasi ke RSUD Timika

57 tahun lalu

Amangkurat I Bangun Istana Megah Kerajaan Mataram, Dikelilingi Danau Buatan

57 tahun lalu

Kisah Sultan Amangkurat I Bangun Istana Plered yang Megah

57 tahun lalu

Keistimewaan Sultan Agung, Bisa Pergi Secepat Kilat Sujud di Makkah Setiap Jumat

57 tahun lalu

Kisah Kesaktian Pangeran Puger Tak Mempan Ditembak, Bantu Untung Surapati Kalahkan VOC

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal