Kisah Kiai Bondoyudo, Keris Pusaka Pangeran Diponegoro yang Menggetarkan Kolonial Belanda

Solichan Arif
Lukisan Pangeran Diponegoro karya Basoeki Abdullah. (Foto: http://kebudayaan.kemdikbud.go.id).

Kiai Ageng Bondoyudo memiliki perwujudan ramping, tanpa “luk” atau lekukan. Budayawan Kota Kediri yang konsen urusan tosan aji, Imam Mubarok menyebut dapur Kiai Ageng Bondoyudo perpaduan antara gaya Majapahit dan Mataram.

Bentuk ramping Kiai Bondoyudo merupakan ciri khas tangguh Mageti. Dalam dunia perkerisan, tangguh adalah istilah untuk menyebut asal- usul keris pusaka dibuat. Tangguh melibatkan ciri khas, format atau model dari daerah asal keris dicipta.

Nama Mageti, kata Imam Mubarok adalah penisbatan pada daerah Magetan, Jawa Timur. “Penyebutannya Bondoyudo Tangguh Mageti,” kata Imam Mubarok atau akrab disapa Gus Barok.

Lalu siapa pembuat keris Kiai Ageng Boloyudo bertangguh Mageti itu? Gus Barok menyebut Mpu Guno Sasmito atau Ki Guno Sasmito, yakni empu yang bertempat tinggal di Tegalrejo, Kabupaten Magetan.

Mpu Guno Sasmito merupakan dzurriyah (keturunan) Mpu Supodriyo atau Mpu Supo yang ke-13. Ia hidup di masa Pakubuwono VI.  

Editor : Reza Yunanto
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Ritual Penjamasan Benda Pusaka di Cilegon, Jaga Warisan Leluhur dan Jejak Sejarah Lokal

57 tahun lalu

Mengerikan! Pemimpin Prajurit Belanda Tertembak Mata oleh Pasukan Pangeran Diponegoro

57 tahun lalu

Belanda Bangun 258 Benteng Lawan Pangeran Diponegoro, Semua Gagal Total!

57 tahun lalu

Kisah Pemberontakan Gagal Pangeran Diposono, Kerabat Keraton Nekat Lawan Belanda

57 tahun lalu

Kisah Pangeran Diponegoro Lolos dari Kepungan Ribuan Pasukan Belanda di Perang Jawa

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal