Kiai Ageng Bondoyudo memiliki perwujudan ramping, tanpa “luk” atau lekukan. Budayawan Kota Kediri yang konsen urusan tosan aji, Imam Mubarok menyebut dapur Kiai Ageng Bondoyudo perpaduan antara gaya Majapahit dan Mataram.
Bentuk ramping Kiai Bondoyudo merupakan ciri khas tangguh Mageti. Dalam dunia perkerisan, tangguh adalah istilah untuk menyebut asal- usul keris pusaka dibuat. Tangguh melibatkan ciri khas, format atau model dari daerah asal keris dicipta.
Nama Mageti, kata Imam Mubarok adalah penisbatan pada daerah Magetan, Jawa Timur. “Penyebutannya Bondoyudo Tangguh Mageti,” kata Imam Mubarok atau akrab disapa Gus Barok.
Lalu siapa pembuat keris Kiai Ageng Boloyudo bertangguh Mageti itu? Gus Barok menyebut Mpu Guno Sasmito atau Ki Guno Sasmito, yakni empu yang bertempat tinggal di Tegalrejo, Kabupaten Magetan.
Mpu Guno Sasmito merupakan dzurriyah (keturunan) Mpu Supodriyo atau Mpu Supo yang ke-13. Ia hidup di masa Pakubuwono VI.