Kasus Sate Sianida, Nani Ternyata Menderita Penyakit Impulsif

Ainun Najib
Pengadilan Negeri Bantul, menggelar sidang kasus sianida,Senin (29/11/2021). (Foto : Istimewa)

BANTUL, iNews.id – Pengadilan Negeri Bantul, Senin (29/11/2021) menggelar sidang kasus sate sianida. Terdakwa Nani Apriliani Nurjanah ternyata menderita penyakit implusif sehingga melakukan tindakan secara spontan. 

Agenda sidang kali ini mendengarkan pembacaan nota keberatan atau pledoi terdakwa. Pledoi dibacakan tim pengacara yang dipimpin R Anwar Ary Widodo.

Dalam pledio itu, Ary menyebut jika dari hasil pemeriksaan kejiwaan yang dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Bantul di RSUP Sardjito, ternyata nani menderita penyakit impulsif. "Sayangnya kami tidak diperkenankan mengakses keterangan tertulis pemeriksaan,” kata Ary. 

Penyakit impulsif adalah sikap ketika seseorang melakukan suatu tindakan tanpa memikirkan akibat dari apa yang dilakukannya. 

"Dalam kasus ini Nani melakukan tindakan spontan karena ingin membuat Tomy mengalami sakit perut dan mencret karena sakit hati ditinggal menikah,” kata Ary. 

Tim pengacara juga tidak sependapat dengan jaksa penuntut umum (JPU) yang menilai perbuatan Nani dinilai telah memenuhi unsur pembunuhan berencana sehingga mereka menuntut 18 tahun penjara. 

Mereka memohon kepada majelis hakim menjatuhkan vonis dengan pasal 359 karena kealpaan. Apa yang dilakukan Nani ini merupakan kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang dan bukan pembunuhan berencana. 

Setelah pembacaan nota keberatan oleh tim pengacara, secara online dari Lapas Perempuan Wonosari, Nani mengucapkan banyak terima kasih kepada majelis hakim dan jaksa atas waktu yang diberikan kepada dirinya. 

Dalam kesempatan itu nani menyatakan permohonan ampun kepada Allah dan maaf  sebesar-besarnya kepada keluarga korban atas kelalaiannya yang menyebabkan Naba Faiz Prasetya meninggal dunia. 

"Saya sampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Yang saya tuju tidak adik Naba, yang tidak saya kenal. Akan tetapi hanya untuk Tomy karena saya merasa sangat tertekan, depresi, benar-benar tertekan," ujarnya.

Editor : Ainun Najib
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kehabisan Bekal, Sejoli asal Kolombia Ditangkap saat Ngamen di Lampu Merah Bantul

57 tahun lalu

Tragis! Diajak Kakek Cari Rumput, Bocah di Bantul Tewas Tertimpa Buis Beton

57 tahun lalu

Terungkap Motif Pembunuhan di Bantul, Pelaku Tersinggung Ucapan Korban saat Pesta Miras

57 tahun lalu

Pembunuhan Pria di Bantul Terungkap, 2 Pelaku Sempat Ikut Melayat Korban

57 tahun lalu

Perkelahian Kelompok Pemuda di Imogiri Gunakan Senjata Tajam, 2 Orang Dilarikan ke RS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal