Kasus Penyakit Katarak Tinggi, Warga Gunungkidul Andalkan Program Operasi Gratis

erfan erlin
Kasus penyakit katarak di Indonesia cukup tinggi, sedangkan biaya operasi mandiri cukup mahal. (foto: ilustrasi)

Ketua Baznas Gunungkidul, Muhammad Sholikhin mengatakan, mereka sering mendukung program operasi gratis. Biasanya Baznas membantu penderita katarak yang mengikuti operasi dengan bantuan transportasi mulai dari berangkat ke tempat operasi dan kontrol hingga sembuh.

“Peminat operasi ini cukup banyak, ada 152 orang, 105 lolos skrining dan perlu tindakan lebih lanjut hari ini  30 yang dioperasi,” katanya. 

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Gunungkidul, dr Dyah Setyorini mengakui bantuan stakeholder sangat dibutuhkan untuk mengurangi jumlah penderita katarak di Gunungkidul. Selain biaya yang tinggi, banyak penderita yang takut operasi.  

"Jadi kalau masih bisa melihat maka mereka merasa belum perlu periksa. Padahal sejatinya kalau sudah kemeng-kemeng (pegel) itu harus memeriksakan diri," kata dia.

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Baznas Salurkan 50 Ekor Kambing Kurban Dam Haji di Pemalang

57 tahun lalu

Pilu! Diusir dari Rumah, Pria Lansia Penderita Katarak di Kuningan Tinggal di Permakaman

57 tahun lalu

Hujan Deras Picu Longsor Bukit Clongop, Jalur Penghubung Jateng–DIY Ditutup

57 tahun lalu

Hati-Hati Modus Kejahatan, Penipuan Jual Beli Online Emas Antam Diungkap Polres Gunungkidul

57 tahun lalu

Komisi VIII DPR Minta Baznas Perluas Distribusi Bantuan Korban Banjir

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal