"Saya hormati beliau mengidolakan, kagum dengan bagaimana cara pandang beliau. Saya lihat keseharian di kantor, beliau sederhana, rendah hati. Menjadi menteri tetap humble," ujar dia seusai bersyahadat di kawasan Sambilegi Baru, Kecamatan Maguwoharjo, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta (DIY), Kamis (28/11/2019).
Perempuan kelahiran Bantul 23 Desember 1992 ini, sejak kecil sudah sekolah di lingkungan Kristen, mulai dari SD hingga SMP. Kemudian dia melanjutkan pendidikan di SMA 10 Yogyakarta dan kuliah di UGM. "Saya tumbuh dan besar di keluarga berbeda agama," kata Deviani.
Selama ini, Deviani mengaku memiliki dua referensi agama, yakni dari sang ibu dan bapaknya. Banyak faktor yang mempengaruhi dia ingin pindah agama, mulai dari lingkungan teman hingga rekan sekantor.
Setelah masuk Islam, Deviani akan kembali ke Ternate untuk melaksanakan tugas sebagai PNS. Salah satu yang akan dilakukan dia akan mendalami ilmu agama. Dia berencana mencari guru atau kiai untuk membantunya. "Akan cari guru dan kiai untuk proses pembelajaran lebih baik lagi," katanya.
Deviani merupakan mantan tenaga ahli Mahfud MD ketika menjadi Ketua Parampara Praja (Dewan pertimbangan) Gubernur DIY.