Sebelumnya, Suprapti warga, Tegalrejo, Tamanmartani, Kalasan, mengatakan saat ini harga tanah di sekitar lokasi melonjak dari sebelumnya sekitar Rp1 jutaan permeter menjadi Rp3 juta hingga Rp3,5 juta per meter.
"Saya sendiri belum tahu kapan rencana pematokan dilakukan," katanya.
Rumah Suprapti termasuk dalam peta calon lahan yang akan dibangun jalan tol. Total luas lahan yang dia miliki sekitar 1.200 meter persegi. Hanya saja, katanya, tidak semua lahan miliknya digunakan untuk pembangunan jalan tol.
"Yang dipakai sekitar 500 meter saja di bagian tengah, jadi membelah lahan. Yang kena rumah. Itu berita yang saya dapat," katanya.
Saat ini, lanjut Suprapti, warga masih menunggu kepastian lahan yang terkena jalur tol setelah Izin Penatapan Lokasi (IPL) ditandatangani Gubernur DIY. Warga terdampak tol, katanya, mendukung program pemerintah tersebut sambil berharap harga ganti untung yang dijanjikan benar-benar terealisasi.
"Kalau saya memang niat untuk pindah, beli tanah dan bangun rumah lagi. Di sini (sisa lahan) saya rencanakan buat kios saja," katanya.