Ini Kata Pakar Geologi UGM soal Fenomena Tanah Bergerak di Sigi-Palu

Kuntadi
Ahli Geologi UGM Prof Subagyo Pramumijoyo. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

Kepala Pusat Studi Bencana (PSBA) UGM Djati Mardiatno melihat kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah Sulteng dalam menghadapi bencana gempa dan tsunami masih kurang. Daerah tersebut merupakan zona merah rawan gempa yang sudah diidentifikasi sejak lama.

“Mestinya dengan melihat potensi dan ancaman bencana, Pemerintah harus siap. Namun ternyata banyak korban jiwa dan fasilitas roboh,” kata Mardianto.

Musibah ini harus menjadi bahan pembelajaran bagi bangsa ini. Setidaknya gempa telah melanda Aceh, Yogyakarta, Padang, serta Lombok. Masyarakat perlu diberikan pemahaman akan potensi bencana.

Mitigasi bencana perlu diperkuat baik mitigasi struktural berupa penguatan bangunan publik yang tahan gempa, tsunami, maupun likuifaksi. Sementara mitigasi nonstruktural melalui peningkatan kapasitas masyarakat dan pemerintah dalam  menghadapi bencana.

“Penataan ruang harus memperhatikan potensi dan ancaman bencana guna meminimalkan risiko akibat bencana,” ujar Mardianto.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Tanah Bergerak di Sukabumi Meluas, 101 Rumah Rusak dan 367 Warga Mengungsi

57 tahun lalu

Tanah Bergerak di Sukabumi, Ratusan Warga Mengungsi 5 Hari Tinggalkan Rumah Rusak

57 tahun lalu

32 Rumah di Lebak Terancam Roboh akibat Pergeseran Tanah, Bangunan Retak

57 tahun lalu

Tanah Bergerak Terjang Sukabumi! 90 Rumah Rusak, 112 KK Mengungsi

57 tahun lalu

Tanah Bergerak di Tembalang Semarang Meluas, Kampung Sekip Terancam Hilang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal